Lassyka Riar Tri Febsu

Winnie The Pooh and Minning Engineer13

Teori Atom

Diposting oleh Lassyka Riar Tri Febsu

Dari zaman yunani kuno hingga sekarang, model dan teori atom terus berkembang. Melalui model dan teori atom, kita dapat mengetahui struktur suatu atom. Perkembangan tersebut tidak dapat dilepaskan dari upaya para ilmuwan diantaranya Democritus, John Dalton, J.J. Thomson, Rutherford, Chadwick, Milikan, Niels Bohr, Schrodinger, de Broglie dan Heisenberg.


1.  Teori Atom Democritus (460 SM–370 SM)

Democritus mengembangkan teori tentang penyusun suatu materi. Menurut Democritus jika suatu materi dibelah terus-menerus suatu ketika akan diperoleh suatu partikel fundamental yang disebut sebagai atom (Yunani: atomos = tidak terbagi). Pendapat ini ditolak oleh Aristoteles (384–322 SM), yang berpendapat bahwa materi bersifat kontinu (materi dapat dibelah terus-menerus sampai tidak berhingga). Aristoteles lebih menyetujui teori Empedokles, yaitu materi tersusun atas api, air tanah dan udara. Sekitar tahun 1592 - 1655  Gasendi mengemukakan bahwa atom merupakan bagian terkecil suatu zat.

2.  Teori Atom Dalton (1803)

John Dalton mengungkapkan bahwa :
a. Atom adalah bagian terkecil dari suatu zat.
b. Atom berbentuk bola sederhana yang sangat kecil, tidak dapat dibelah, diciptakan ataupun dimusnahkan.
c. Unsur yang sama mengandung atom-atom yang sama.
d. Atom sejenis memiliki sifat yang sama dalam segala hal, sedangkan atom yang berbeda memiliki sifat yang berbeda.
e. Reaksi kimia terjadi karena adanya penggabungan dan pemisahan atom-atom.
f.  Bila atom-atom bergabung akan membentuk molekul. Bila atom-atom yang bergabung sama akan terbentuk molekul unsur,     sedangkan bila atom-atom yang bergabung berbeda akan terbentuk molekul senyawa.

Kelemahan teori atom Dalton

Pada perkembangan selanjutnya ditemukan berbagai fakta yang tidak dapat dijelaskan oleh teori tersebut, antara lain :
a. Tidak dapat menjelaskan sifat listrik materi.
b. Tidak dapat menjelaskan cara atom-atom saling berikatan.
c. Model atom  Dalton tidak dapat menjelaskan perbedaan antara atom unsur yang satu dengan unsur yang lain.

Kelemahan –kelemahan tersebut dapat dijelaskan setelah ditemukan beberapa partikel penyusun atom, seperti elektron ditemukan oleh Joseph John Thomson tahun 1900, penemuan partikel proton oleh Goldstein tahun 1886.

Kelebihan teori atom Dalton

a. Dapat menerangkan Hukum Kekekalan Massa (Hukum Lavoisier)
b. Dapat menerangkan Hukum Perbandingan Tetap (Hukum Proust)


3. Teori Atom Thomson

Berdasarkan percobaan tentang hantaran listrik melalui tabung hampa/tabung pengawan muatan (discharge tube) atau tabung sinar katode. Dalam tabung katode tekanan gas dalam tabung dapat diatur melalui pompa isap (pompa vakum). Pada tekanan cukup rendah  dan tegangan yang cukup tinggi (beberapa ribu volt), gas dalam tabung akan berpijar dengan cahaya yang warnanya tergantung pada jenis gas dalam tabung (gas neon berwarna merah, gas natrium berwarna kuning). Jika tekanan gas dikurangi, maka daerah didepan katode akan menjadi gelap. Daerah gelap ini akan bertambah jika tekanan gas dalam tabung terus dikurangi, akhirnya seluruh tabung menjadi gelap, tetapi bagian tabung didepan katode berpendar dengan warna kehijauan.

Melalui percobaan dapat ditunjukkan bahwa  perpendaran tersebut disebabkan oleh suatu radiasi yang memancar dari permukaan katode menuju anode. Oleh karena berasal dari katode, maka radiasi ini disebut sinar katode. Hasil percobaan tabung katoda ini membuktikan bahwa ada partikel bermuatan negatif dalam suatu atom karena sinar tersebut dapat dibelokkan ke arah kutub positif medan listrik. selanjutnya sinar katode ini merupakan partikel yang bermuatan negatif dan oleh Thomson partikel ini dinamakan elektron.

Diposting oleh Lassyka Riar Tri Febsu



Pengetahuan para ilmuwan tentang atom bukan berdasarkan pengamatan langsung terhadap atom per atom, sebab ato terlalu kecil untuk dapat diamati dan diukur sacara langsung. Diameter atom dinyakini berkisar antara 30 sampai 150 pm. Dengan alat pembesar apapun kita belum dapat melihat atom, tetapi gejala yang ditimbulkan oleh atom itu dapat diukur seperti jejak atom, nyala, difraksi, dan lain-lain. Teori-teori atom yang ada sekarang hanya merupakan model yang dibangun oleh para ilmuwan sebagai kesimpulan dari hasil berbagai kajian teoritis dan gejala empiris dengan berbagai pendekatan dan metode ilmiah. Itulah sebabnya terdapat beberapa model atom yang telah dikembangkan dan dipublikasikan menurut tenemuan-tenemuan yang secara sinergetis saling mendukung atau bahkan menolak usulan model atom sebelumnya. Sampai saat ini, teori atom yang paling muktahir adalah berdasarkan teori mekanika kuantum atau mekanika gelombang dengan berbagai asumsi dan teorema.

Perkembangan Model Atom

Definisi awal tentang konsep atom berlangsung > 2000 thn. Dulu atom dianggap sebagai bola keras sedangkan sekarang atom dianggap sebagai awan materi yang kompleks. Dibawah ini akan dipaparkan konsep Yunani tentang atom:
  1. Pandangan filosof Yunani
    Atom adalah Konsep kemampuan untuk dipecah yg tiada berakhir
  2.  Leucippus (Abad ke-5 SM)
    Ada batas kemampuan untuk dibagi, sehingga harus ada bagian yang tidak dapat dibagi lagi
  3. Democritus (380-470 SM)
    A: tidak, tomos: dibagi. Jadi atom adalah partikel yang tidak dapat dibagi lagi. Atom setiap unsur memilki bentuk & ukuran yang berbeda.
  4. Lucretius
    Sifat atom suatu bahan dalam “On the Nature of Things

Perkembangan Model Atom Secara Ilmiah
Pengembangan konsep atom-atom secara ilmiah dimulai oleh John Dalton (1805), kemudian dilanjutkan oleh Thomson (1897), Rutherford (1911) dan disempurnakan oleh Bohr (1914). Setelah model atom Bohr, Heisenberg mengajukan model atom yang lebih dikenal dengan model atom mekanika gelombang atau model atom modern.

Hasil eksperimen yang memperkuat konsep atom ini menghasilkan gambaran mengenai susunan partikel-partikel tersebut di dalam atom. Gambaran ini berfungsi untuk memudahkan dalam memahami sifat-sifat kimia suatu atom. Gambaran susunan partikel-partikel dasar dalam atom disebut model atom.

Diposting oleh Lassyka Riar Tri Febsu

PEMBUATAN PERANGKAT LUNAK UNTUK PEMBACAAN LEMBAR JAWAB KOMPUTER MEMANFAATKAN SCANNER BIASA
Wayan Firdaus Mahmudy
ABSTRACT
A software for need a computerized answer paper (LJK) used an ordinary scanner was made in this research replaced the used of special scanner or already known as a (OMR) Optical Mark Recognition which is very ex­pen­sive. The use of OMR are followed the use of specific paper which are expensive and the used of 2B pencil. With this software we don’t need OMR, we don’t need specific paper, we don’t need 2B pencil.
This software make possible the school and others course do some test use computerized answer paper and the result can use ordinary scanner which is the price is lower
This software also have mark arrangement and result data strange in Microsoft word document forms 
Keywords: software, ptical Mark Recognition, Scanner

PENDAHULUAN
Perkembangan sistem informasi dan perkembangan komputer saat ini mengakibatkan ke­bu­tuh­an akan kemudahan dan kecepatan dalam pengolahan data untuk mendapatkan informasi sa­ngat mutlak. Begitu pula kebutuhan pengolahan data pada instansi pendidikan semacam se­ko­lah, hal ini sebanding dengan meningkatnya jumlah pelajar yang mengikuti kegiatan belajar meng­ajar. Kegiatan pemrosesan data yang paling utama pada instansi pendidikan adalah peng­o­lahan nilai siswa mulai dari pengumpulan lembar-lembar jawaban siswa hingga laporan nilai siswa tiap-tiap kelas. Dengan begitu peranan kom­pu­ter dalam hal ini adalah
memudahkan dan mem­percepat pemrosesan tersebut.
Prinsipiaproduct, salah satu perusahaan pengembang perangkat lunak, membuat sebuah apli­ka­si komputer yang mampu mengolah Lembar Jawaban Komputer yang disebut Optical Mark Recognition (OMR) dan mampu menghasilkan sebuah laporan nilai. Namun program aplikasi tersebut relatif mahal dan tidak memungkinkan sekolah kecil untuk membeli atau mengadakan perangkat tersebut. Prinsipia­product menawarkan harga untuk perangkat lunak dan perangkat ke­rasnya sebesar US $ 4.375 atau se­besar Rp. 39.375.000, harga tersebut sangat mem­be­rat­kan instansi untuk membeli. Prinsipiaproduct juga memberi syarat bahwa ba­han kertas untuk Lembar Jawab Komputer harus mempunyai ketebalan dan bahan yang khusus, untuk meng­hi­tam­kan setiap jawaban harus memakai pensil hitam 2B.
Pada penelitian ini dibangun perangkat lunak untuk membaca lembar jawab komputer meng­gu­nakan scanner biasa yang harganya sekitar Rp 500.000. Perangkat lunak ini bekerja dengan memproses file bitmap yang dihasilkan scanner. Keluaran yang dihasilkan berupa cetakan daf­tar nilai atau dalam format Microsoft Word dan Excel.
TINJAUAN PUSTAKA
Pengertian Perangkat Lunak
Perangkat Lunak (software) adalah instruksi (program komputer) yang ketika dijalankan me­nye­di­a­kan fungsi dan tampilan yang diinginkan, struktur data yang memberi kesempatan pro­gram untuk memanipulasi informasi dan dokumen yang mendeskripsikan operasi dan peng­gu­na­an program (Kristanto, 2004).
Perangkat Lunak tidak sama dengan program (komputer), karena perangkat lunak terdiri dari program, dokumen dan data. Perangkat lunak merepresentasikan masalah di dunia nyata. (Kris­tanto, 2004)
Representasi Citra Digital
Secara matematis, suatu citra dapat dipandang sebagai fungsi dua dimensi bernilai real. Ni­lai-nilai fungsi tersebut, f(x,y) pada koordinat spasial (x,y) di bidang x-y mendefinisikan suatu ukuran intensitas cahaya atau kecemerlangan pada titik tersebut (Fairhust, 1988).
Suatu citra digital merupakan kumpulan titik-titik (piksel) pada suatu persegi panjang. Titik-titik tersebut menyatakan/bernilai intensitas warna di titik tersebut. Rentang tingkatan intensitas yang ter­sedia pada sebuah citra disebut derajat keabuan (grayscale). Pada penelitian ini di­gu­na­kan citra berukuran 8 bit sehingga dihasilkan nilai derajat keabuan di {0,1,2,…,28-1} atau {0,1,2,…,255}. Piksel yang berwarna dominan hitam dikaitkan dengan bilangan 0, pixel yang berwarna dominan putih dikaitkan dengan bilangan 255, sedangkan piksel yang berwarna abu-abu dikaitkan dengan bilangan 1 sampai 254 tergantung derajat keabuannya.
Bitmap adalah format citra yang tidak terkompresi, bitmap mempunyai beberapa macam re­so­lusi yang diukur dengan menggunakan satuan bits per pixel, yaitu monochrome bitmap (1 bit per pixel), 16 color bitmap (4 bit per pixel), 256 color bitmap (8 bit per pixel), 16 bit (high color) bitmap (16 bit per pixel), 24 bit (true color) bitmap (24 bit per pixel), 32 bit (true color) bitmap (32 bit per pixel). (Herlambang, 2004)
Graphics Device Interface
Pemrograman grafik pada sistem operasi Windows selalu menggunakan antarmuka yang di­se­but GDI (Graphics Device Interface). GDI dapat dikatakan sebagai kumpulan fungsi yang digunakan untuk mengakses atau menggambar ke piranti keluaran tertentu, seperti printer atau layar monitor. GDI mem­pu­nyai kelebihan, yaitu tidak tergantung piranti (device-independent). Contohnya fungsi untuk meng­gambar lingkaran pada kartu tampilan (VGA Card) merk A sama saja dengan fungsi untuk menggambar lingkaran pada kartu tampilan merk B. Windows, me­la­lui driver kartu tampilannya, akan mener­je­mah­kan fungsi penggambar lingkaran tersebut ke perintah-perintah yang memahami kartu tampilan (Pra­na­ta, 2000).
Kelas TCanvas
Pemrograman grafik pada Windows harus melibatkan fungsi-fungsi GDI. Pada lingkungan Delphi akses ke fungsi-fungsi GDI secara langsung tidak diperlukan. VCL telah menyediakan satu kelas se­ba­gai pembungkus fungsi-fungsi GDI, yaitu TCanvas. Objek dari kelas Tcan­vas tidak perlu lagi di­cip­takan karena kelas atau komponen yang dapat ‘digambari’ se­la­lu mempunyai properti Canvas. Con­toh komponen yang memiliki properti Canvas yaitu : TForm, TListBox, TComboBox, TImage dan sebagainya.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Pada bagian ini dijelaskan bagaimana prosedur kerja dari perangkat lunak Optical Wizard Letters (OWL). OWL akan bekerja setelah pengelompokan gambar dari hasil pemindaian scan­ner terhadap Lembar Jawab Komputer (LJK) dilakukan. Pengelompokan gambar tersebut dica­tat dalam sebuah file bertipe ‘owl’, pencatatan memberikan informasi jumlah file gambar dan ala­mat penyimpanan gambar tersebut.  Untuk membuat file pengelompokan ini bisa diguna­kan software pengolah file teks seperti No­tepad.
Gambar berikut ini merupakan tampilan saat pertama kali perangkat lunak dijalankan. Menu utama ini terdiri dari tiga Main Menu dan tiga Tabbulation. Untuk Main Menu terdiri dari File, View, Option dan About, sedangkan untuk Tabbulation terdiri dari Scanning, Correcting dan Print Out.
Pada proses pertama adalah memanggil file bertipe ‘owl’ untuk mendapatkan informasi di mana dan berapa gambar yang akan dilakukan analisis. Penganalisisan gambar dilakukan de­ngan me­le­tak­kan satu per satu gambar LJK pada bingkai TImage, kemudian dilakukan pe­le­takan titik-titik acuan un­tuk membentuk bingkai pengecekan warna berbentuk persegi. Bingkai pengecekan sebesar 14x14 piksel, jumlah bingkai disesuaikan dengan banyaknya kolom dan baris untuk masing-masing wilayah yang akan dianalisis. Wilayah pada LJK yang akan dia­na­li­sis terdiri dari identitas nama, identitas nim dan empat wilayah jawaban. Pada wilayah identitas nama memiliki 20 kolom dan 26 baris, wilayah identitas nim memiliki 10 kolom dan 10 baris, wi­layah jawaban masing-masing memiliki 4 kolom dan 15 baris. Pengecekan warna pada ma­sing-masing bingkai akan dihitung jumlah luas warna gelapnya, apabila melebihi 25% dari luas 14x14 piksel maka akan diambil sebagai bingkai dengan baris ke-x mempunyai nilai. Nilai diambil dari sederetan karakter ‘a..z’ untuk identitas nama dan jawaban sedangkan identitas nim memakai sederetan karakter ‘0..9’, indeks pengambilan disesuaikan dengan indeks baris bingkai atau baris ke-x.
Setelah dilakukan analisis per bingkai dan telah diketahui nilainya, maka langkah selan­jut­nya adalah penggabungan nilai yang berupa karakter menjadi serangkaian string untuk masing-masing wilayah. Pada identitas nama rangkaian string tersebut membentuk nama mahasiswa, identitas nim membentuk nim mahasiswa dan untuk jawaban membentuk rangkaian string jawaban mulai nomor pertama hingga nomor terakhir, jumlah maksimal nomor jawaban adalah 60. Penggabungan string masing-masing wilayah catat dalam file ‘result.hsl’ dan file ini juga mencatat hasil semua gambar dalam satu grup.
File ‘result.hsl’ merupakan kumpulan string per gambar LJK, yang mempunyai fungsi se­ba­gai tem­pat pencatatan hasil penganalisisan. Pada file ini masing-masing string diambil dan di­la­ku­kan pemo­tongan string per wilayah dan pemotongan per karakter khusus pada jawaban. Hasil pemotongan akan diletakkan pada stringgrid, kemudian dilakukan pengecekan kesesuaian karakter dengan string pada kunci. Pengecekan disesuaikan dengan nilai bilangan bulat masing-masing karakter dan kekosongan (blank) nilai. Penjumlahan kesesuaian dengan nilai kunci dihitung sebagai banyaknya nilai yang benar, ketidaksesuaian dihitung sebagai nilai yang salah dan nilai kosong sebagai blank. Nilai atau score adalah perhitungan dari nilai benar, nilai salah dan blank yang masing-masing dikalikan dengan nilai konstanta yang ditentukan. Hasil dari perhitungan di daftar dan dilaporkan untuk dicetak.

Blogger news